Cinta Oh Cinta..!

Yupss.. Cinta emang gak ada matinya. Meski aneh tapi dia begitu nyata. Meski sering membuat kita sedih, namun kerap memberi bahagia pula. Cinta tak pernah menjadi sesuatun yang berharga, ketika kita belum mengerti makna terdalam tentang cinta. Hal semu yang kadang membuat hati kita tak menentu. Banyak pelajaran yang kita bisa petik ketika kita belajar mencintai seseorang. Siapapun dia..

Khalil Gibran pernah berkata:

Kasih sayang adalah kemudahan hati, pikiran adalah kedewasaannya; tetapi kecerewetan adalah kepikunannya.

Jika hendak memahami seorang wanita, perhatikanlah mulutnya selagi tersenyum; tapi untuk memahami seorang pria, perhatikan warna putih matanya selagi marah.

Cinta pada diri sendiri menghasilkan kesombongan buta.

Cinta bisa membuat seseorang lebih tersiksa oleh rasa khawatir terhadap orang yang dicintainya, daripada rasa sakit yang dideritanya.

Jika hidup adalah semua yang terbaik dari seni, maka mencintai seseorang adalah seni terbaik dalam kehidupan.

Cinta bernafsu adalah dahaga yang tak terpuaskan.

Cinta membuat sepasang kekasih seperti dua buku, mencoba dipahami setiap lembar-lembarnya namun tak pernah selesai terbaca.

Jika kamu mencintai seseorang, sesungguhnya kamu belajar sesuatu tentang dirimu sendiri.

Dalam cinta pasti ada perselisihan, namun itu mungkin jalan pintas menuju pertemuan dua pikiran.

Cinta ibarat seekor burung cantik, yang meminta untuk ditangkap, tapi menolak untuk disakiti.

Cinta seperti mata air abadi yang selalu mengalirkan kesegaran bagi jiwa-jiwa yang sedang dahaga.

Cinta yang dibasuh air mata akan suci dan indah selamanya.

Cinta adalah istirahat panjang bagi tubuh dalam kesunyian pusara.

Cinta adalah keabadian, keabadian tidak memiliki apa-apa kecuali cinta.

Cinta dapat menciptakan hati, tapi hati tidak dapat menciptakan cinta.

Cinta bermula dari pertautan jiwa, jika tak ada pertautan jiwa, maka tak akan tercipta cinta.

Cinta tidak dimiliki dan juga memiliki, karena cinta telah cukup untuk dirinya sendiri.

Cinta adalah sarana untuk memahami dua jiwa.

Cinta yang terbatas ingin memiliki yang dicintai, sedang cinta yang tak terbatas hanya terbatas menginginkan cinta itu sendiri.

Cinta seperti anggur nikmat, yang manis di bibir dan menghangatkan badan, namun sering memabukkan.

Cinta bisa membuat jalan keras menjadi lunak dan mengubah kegelapan menjadi lunak dan mengubah kegelapan menjadi terang bercahaya.

Seseorang tak dapat menuai cinta hingga ia mampu membuka pikirannya.

Seseorang tak dapat menuai cinta hingga ia merasakan perpisahan yang menyedihkan.

Tentang CINTA PERTAMA :
Setiap orang akan teringat pada cinta pertamanya.
Cinta pertama akan dicoba untuk didapatkan kembali.
Cinta pertama seperti dunia baru yang memenuhi seluruh sisi kalbu.
Ingatan pada cinta pertama membuat seseorang menjadi amat gembira menjalani semua kepahitan misteri dunia.

Cinta mempunyai pengikut, mereka yang tidak dipilih sebagai pengikutnya tak akan mendengar ketika cinta memanggilnya.

Cinta bisa membuat seseorang merasa senang dengan kekasihnya, sekalipun kekasihnya itu sulit untuk digapai.

Cinta yang terpuji adalah cinta yang mampu mengisi kesepian dan mengakrabkan hati dua orang.

Cinta dan keraguan tidak saling berbicara satu sama lain.

Keraguan di dalam cinta adalah sebuah dosa.

Kekayaan tanpa diiringi cinta tak bermakna, dibanding kemiskinan dan kerja keras namun didampingi cinta.

Cinta tidak hanya menghargai orang yang mencintai namun juga orang yang dicintai.

Cinta adalah keindahan yang menarik jiwa yang diberikan dan bukan yang diminta.

Cinta adalah sebuah misteri yang sering membuat kita tak mengerti.

Keindahan cinta yang melanda seseorang mampu menahan derita akibat kemiskinan.

Cinta yang terhina lebih bermakna dibanding cinta yang mencari kemenangan dalam kepura-puraan.

Cinta belum dapat dirasakan manisnya, sebelum merasakan pahitnya kesabaran dan sedihnya kesulitan.

Dalam cinta tidak ada kata ‘kasihan’, karena ‘kasihan’ itu hanya ½ keadilan. Dan kasihan hanya dicurahkan kepada penjahat yang salah.

Cinta yang menyenangkan bebas dari cemburu, harta, dan penyiksaan jiwa.

Dalam cinta, hanya mereka yang mempunyai rahasia dalam hati mereka yang bisa menduga rahasia-rahasia dalam hati kita.

Ketika bercinta, ada rahasia-rahasia dalam jiwa yang tak dapat disingkap oleh dugaan.

Setiap pria mencintai 2 wanita; seorang wanita imajinasinya dan seorang lagi yang belum dilahirkannya.

Pandangan mata wanita lebih jujur dibanding ucapannya.

Wanita adalah sosok yang kuat dalam kelemahannya.

Pandangan seorang wanita akan membuat pria merasa paling berbahagia di dunia.
Dengarkan wanita jika ia melihatmu, jangan dengarkan dia jika bebicara padamu.

Lelaki yang menerima wanita sebagaimana Tuhan menciptakannya, berarti ia menghargainya.

Lelaki yang tidak memaafkan wanita untuk kesalahan kecilnya, tidak akan dapat menikmati kebaikan besarnya.

Ketidakpuasan membuat seorang lelaki jadi hampa, dan kehampaan membuatnya nelangsa.

Tiada pidana yang lebih berat bagi seorang wanita yang terperangkap di antara 2 lelaki yang dicintainya dan mencintainya.

Kebahagiaan wanita terdapat pada cinta yang memadukan jiwanya dengan jiwa lelaki yang dicintainya.

Cinta dan kerinduan adalah awal dan akhir karya. Juga akan menambah semangat dan memperdalam makna kata-kata.

Hidup tanpa cinta, seperti pohon tanpa buah dan bunga. Juga ibarat bunga kehilangan aroma wanginya.

Begitu kerasnya kehidupan seseorang yang memohon cinta namun mendapatkan amarah.
Seperti kematian, cinta akan mengubah segala-galanya.

Cinta memang sukar untuk dimengerti.

Arahnya cinta tidak dapat kau tentukan, karena cinta yang akan menentukan perjalanan hidupmu.

Jangan kau mengejar cinta dengan taruhan nyawa karena hal itu hanya seperti belukar yang tak ada buahnya.

Cinta adalah segala sesuatu yang dapat diperoleh namun tak dapat dilenyapkan.

Cinta gak akan disadari kedalamannya, hingga datang waktu perpisahannya.

Jangan anggap cinta seperti kue yang bisa kau potong-potong sesuka hati.

Cinta datang melalui kehendak Tuhan, bukan melalui kemauan manusia.

Cinta yang gak trus tumbuh biasanya akan mati.

Cinta yang tidak diperbarui setiap hari hanya akan menjadi kebiasaan dan akhirnya hanya akan menjadi perbudakan.

Bagaimanapun cinta akan tetap tinggal dan bekasnya gak akan terhapus.

Kadang meski telah tertipu cinta seseorang masih bisa tertawa untuk mengelabuhi mata orang-orang.

Seperti hati penjahat cinta dapat membuat kehidupan terasa kejam.

Meski cinta mempunyai jari sehalus sutra,namun kuku-kukunya yang runcing bisa membuat kita berduka.

Tak ada yang lebih menyakitkan daripada malam-malam yang penuh ketakutan karena ditinggal cinta.

Keindahan cinta dapat menahan pahitnya kesedihan dan duka karena perpisahan.

Ditinggalkan kekasih dapat membuat hati patah seperti seonggok nisan dikelilingi pohon-pohon cemara

Jika tidak dapat lagi bersama, maka sebuah perpisahan hendaklah seagung dan seindah cinta kita.

Semoga perpisahan kita seperti api yang melebur batangan emas dan membuatnya menjadi lebih berharga.

Persahabatan adalah pertanggungjawaban yang manis, bukan peluang!

Meski persahabatan telah terjalin akrab dan lama waktunya namun cinta tidak datang dari hal itu.

Bercinta itu seperti memasak. Hanya mereka yang tahu menggunakan bumbu yang pas akan menghasilkan masakan yang enak..

Itulah cinta. Dan bersiaplah ketika ia datang menegurmu dengan segala kekuatannya. Dan semoga kau mampu bertahan untuk menikmatinya, meski hanya secuil saja.



Jakarta. 22 Juli 2007. Rumah gue Tercinta..

Siak. A Dreamland In The Jungle..

SIAK. A DREAM LAND IN THE JUNGLE..


Minggu pagi. 19 Agustus 2007. Sekitar jam setengah enam gue cabut dari basecamp gue di bilangan Timur Jakarta. Langsung ke Bandara Internasional Soekarno – Hatta. Berenam, bareng ke dua sobat gue dan ke tiga pengawal kita. Kaya Paspamres aja. Hehehe..

Tujuan gue dan temen-temen gue saat itu, Riau. Tepatnya di kabupaten Siak.

Be honest, this was the second time gue melancong sambil mencari nafkah ke Propinsi Riau. Waktu itu gue ke sana sendiri dan hanya ditemenin temen gue, Sam. Beda dengan perjalanan gue yang kedua ini. Ada sebuah perhelatan akbar di sana. Perayaan hari raya Kemerdekaan bangsa kita yang ke-62 dan peresmian jembatan baru yang menghubungkan dua daerah yang terpisah sungai Siak, seharga 300 Miliard. Pure uang, gak pake daun.

Perjalanan gue tempuh dengan menumpang pesawat Garuda yang memutuskan untuk mengepakkan sayapnya pukul tujuh in the morning. Meninggalkan Jakarta dengan segala kepenatan dan kepadatannya. Perjalanan cukup mulus, meski akhirnya gue sempet sedikit keringat dingin ketika pesawat harus sedikit goyang kaya penyanyi dangdut. Secara gue sendiri takut banget sama yang namanya terbang. Jangankan terbang, lewat jembatan penyebrangan aja kadang parno gue bisa bikin gue keringet dingin. Lemes di sekujur kaki dan paha. Intinya, gue itu emang menderita Phobia ketinggian. Takut sama yang tinggi-tinggi. Makanya gue gak mau cewe gue lebih tinggi dari gue. Hehehehe..

Koq jadi malah ngebahas ketinggian yah.

Anyway, selepas landing di Pekanbaru, gue dan yang lainnya harus rela kepanasan di bagian pantat, ketika kenyataannya kita harus menempuh dua jam perjalanan darat lagi untuk sampai ke Siak. Wuuuuhh.. Itu juga setelah kita sempat istirahat sebentar di Hotel Pangeran yang ada di Pekanbaru. Nice hotel, tapi pelayanannya kurang asyik banget. Malah gue punya story menyebalkan. Gue laper banget sepanjang flight ke Pekanbaru. Secara begitu berangkat dari Jakarta gue belum menjalankan ritual sarapan di pagi harinya. Jadilah gue memesan nasi goreng special. Yang agak bikin gue dongkol, udah nunggunya lama, sampe harus ditelepon segala untuk memastikan kalo mereka emang tau kalo kita sudah mesen makanan, begitu dateng tuh makanan, kembali gue harus menelan kepahitan. Gue dibikinin nasi goreng, tapi gue gak dikasih sendok sama garpu. Alhasil, gue akhirnya makan pake tangan aja deh. Untungnya lagi laper. Jadi meski agak bete, tuh nasi tetep habis. Hihihi..

Tidur-bobo dikit. Gue bangun dan siap-siap buat perjalanan menuju ke Siak. Sepanjang perjalanan gue coba untuk istirahat. Ya apalagi kalo bukan ngorok. Tapi tidurnya kagetan. Sebentar merem, sebentar melek. Udah gitu ada kejadian lucu. Di tengah perjalanan, bis yang nganter kita berhenti di warung pinggir jalan. Biasaa.. Numpang ke toilet. Gue sih gak ikutan. Setelah hampir semua turun, baru deh temen gue si Denny turun. Latah ke toilet. Pas semuanya ngumpul dia belum balik juga. plus si Agus, temen gue juga. Feeling gak enak nih. Akhirnya disusulin juga tuh anak sama panitianya. Ternyata eh ternyata, dia malah asyik ngobrol sama si Agus di depan toiletnya. Anjriit.. Kurang ajar banget tuh anak. Gak sadar ditungguin, malah santai sendiri. Untungnya gue udah paham banget kebiasaan tuh anak. Isengnya emang nomor satu. Gak bikin kesel, malah bikin ketawa. Dia malah niat mau mesen kopi segala lagi. Dia Cuma bilang ke Agus pas minta ditemenin ngobrol, kapan lagi kita bisa ngobrol di Riau kaya gini. Belum tentu besok-besok kita ke sini lagi. Jadi puas-puasin deh ngobrol di sini. Di Jakarta sih udah biasa. Hehehehe.. Dasar gila!

Setelah hampir dua setengah jam pelajaran akhirnya sampe juga. Like a dream land. Gimana nggak coba. Sepanjang perjalanan, gue Cuma bisa mandangin hutan sawit dan hutan gak jelas. Sampe akhirnya masuk Siak. Terutama lewat jembatan Siaknya. Namanya Jembatan Tengku Agung Sultanah Latifah. Panjang dan keren banget yah namanya. Sepanjang dan sekeren bentuknya. Gimana gak keren, harga tuh jembatan 300 M, alias TIGARATUS MILIARD. Damn! Dan yang ngeresmiin jembatan baru itu, bukan RT atau Lurah setempat. Tapi Presiden. Presiden Negara kita tercinta. Bapak Susilo Bambang Yudhoyono. Edan dong!

Yup! Siak. Kabupaten yang punya nama lengkap Siak Sri Indrapura ini seperti sebuah negeri indah di tengah hutan belantara. Di bawah kepemimpinan Bapak Arwin AS sebagai Bupati dan Bapak OK Fauzi Jamil sebagai wakilnya, Siak mencoba berbenah dari sebuah daerah yang nothing menjadi sebuah daerah yang something. Bener-bener kontras sama daerah sebelahnya yang dibatasi oleh sungai Siak dan dihubungkan oleh jembatan 300 M itu. Banyak bangunan baru dengan bentuk indah dengan tetep mempertahankan ciri kedaerahannya. Jalanannya juga masih baru banget. Cat yang menghias aspal masih kelihatan putih. Gak butek kaya di Jakarta. Sayangnya waktu gue di situ bener-bener cuma sebentar. Cuma buat kerja bukan liburan. Jadi gue dan yang lain gak sempet berkeliling menyaksikan keindahan daerah ini.

Sampai di Siak kita mampir dulu ke lokasi acara. Sekedar melihat suasana. Acara malam itu digelar di sebelah aliran sungai Siak. Istirahat sebentar di sebuah hotel kecil tapi baru di deket situ. Bersih-mandi dulu dan mempersiapkan semuanya. Briefing dan segala macemnya. Yang pasti penduduk Siak memang ramah-ramah. Daerah yang penduduknya Heterogen itu, terdiri dari berbagai macam suku, antara lain Melayu, Jawa, Sunda, Minang, Batak dan lainnya itu menyambut dengan sukacita acara yang akan digelar pada tanggal 19 Agustus 2007 malam. Kebukti begitu malamnya kita tiba di lokasi, gue pribadi melihat bagaimana penduduk sekitar situ berbondong-bondong mendatangi lokasi kejadian Pesta Rakyat itu. Dari yang naik kendaraan bermotor sampe kendaraan berurat, alias jalan kaki. Hehehe..

Acara pun dimulai. Gue membukanya dengan budaya melayu yang mereka punya. Apalagi kalo bukan Pantun. Sempet khawatir gak bisa meramaikan suasana. Tapi akhirnya gak jadi kenyataan. Karena dari awal sampe akhir acara, kita bisa menghibur mereka. Seneng banget ngedenger tawa mereka yang keluar dengan lancarnya. Tertib banget yang pasti penontonnya. Gimana gak tertib, karena gue menyaksikan sendiri pemandangan yang tak biasa. Penonton begitu teratur. Di tengah hanya di isi oleh kaum Hawa dan anak-anak. Duduk pula. Sementara samping kanan dan kiri dibatasi pagar besi, diisi oleh kaum Adam yang harus rela tapi enjoy untuk menikmati acara sambil berdiri. Pokoknya beda banget sama acara-acara yang pernah gue lihat selama ini. Meski sempet ada insiden kecil, insiden wajar aja dalam sebuah acara seperti itu, malam itu semuanya berjalan lancar. Gue sendiri gak tau persis apa masalahnya. Tapi gak masalah. Yang penting gak berlanjut dan merusak acara.

Ternyata banyak manusia unik yang gue temui di acara itu. Ada seorang bapak yang udah punya dua istri tapi masih memimpikan untuk punya lima orang lagi sebagai pendamping hidupnya. Ada bapak-bapak yang seneng banget memamerkan perutnya yang gendut ke depan penonton dengan cueknya. Yang penting eksis, yang penting tampil di depan umum. Mereka bener-bener pure abis. Seneng banget ngeliat hal kaya gitu. Dan banyak lagi deh manusia-manusia lucu dan lugu yang niatnya gue mau hibur malah menghibur gue. Hehehe.. Pokoknya malam itu komplit banget. Gue menghibur sekaligur terhibur. Niatnya nyari duit buat bikin bubur, eh malah jadi berlibur.

Thanks to Allah SWT. Akhirnya acara malam itu selesai juga. Puas banget gue karena melihat orang lain juga puas. Sebuah nilai kepuasan sejati. Gue bersyukur banget udah diberi gift yang maha dahsyat ini. Membuat orang tersenyum dan tertawa. Membuat orang lain bahagia dan sedikit melupakan masalah yang mereka sedang hadapi. Wuiih.. yang pasti gue gak mau menukar itu dengan apapun. It’s me. Ordinary man with Ordinary life.

Kita langsung balik ke hotel bentar. Pamitan dengan sebagian warga sekitar dan terutama dengan panitia yang mengundang kita ke situ. Gak lama, karena kita harus langsung bertolak ke Pekanbaru saat itu juga. That’s right, kita lagsung jalan ke Pekanbaru. Menempuh jalan yang sama dengan ketika kita ke Siak. Hanya waktu saja. Dari jam duabelas malam, kita akhirnya tiba jam dua pagi di Hotel Pangeran, Pekanbaru. Langsung masuk kamar and try to sleep. Meski akhirnya gue juga gak bisa langsung bercengkrama dengan dunia secepat yang gue mau. Sempet pesen makan juga pagi itu. Abis udah laper lagi aja sih. Hehehe.. abis melahap semua makanan yang kita pesan, akhirnya gue dan temen-temen gue tertidur pulas.

Saatnya bangun dan siap-siap dan beres-beres. Selesai itu gue dan yang lainnya langsung cabut ke bandara. Secara pesawat take off jam tujuh pagi. Jadinya gue juga harus rela bangun jam setengah enam pagi. Meski gue Cuma baru bisa tidur jam setengah empat pagi. Konsekwensi pekerjaan yang gue nikmatin banget sebagai bagian dari proses gue manjalani hidup sesungguhnya. Cieee.. Sok wise gitu. But it’s oke. Gue enjoy dengan semua itu yang pasti.

Saatnya Take Off. Saatnya gue bermain dengan sugest Phobia ketinggian gue. Dan yang gue seselin ternyata perjalanan pulang gue gak semulus perjalanan pergi gue. Gue harus terima ketika gue harus keringet dingin karena saking takutnya. Abis, sepanjang perjalanan, mulai dari take off sampe landing, pesawatnya goyang terus. Gilaaaaa..!! Bersyukurnya akhirnya pesawat landing juga. Dengan selamat. Dan gue bisa kembali bergulat dengan kerasnya Jakarta hingga hari ini.

Sebuah perjalanan yang sesaat tapi penuh makna. Kegembiraan yang hadir gak cuma semu belaka. Gue berterimakasih untuk jadi bagian dari semua itu. Semoga berlanjut di perjalanan-perjalanan gue selanjutnya. Di langkah-langkah kehidupan gue selanjutnya. Satu hal yang pasti, semua yang gue jalani memang jadi cerita mati dalam scenario hidup gue yang indah ini. Just jalani aja dengan apa adanya. Pasti semua kan mengikuti kita. Tak hanya duka tapi juga suka. Tak hanya derita tapi juga bahagia.

Berbahagialah kalian semua yang menghargai hidup yang ada di depan mata menjalaninya dengan penuh suka cita. Karena nantinya hidup kalian yang akan membuat kalian jadi sesuatu yang membanggakan.

Apa yang kamu tanam, itulah yang akan kau tuai.. ( Gak nyambung! )



Jakarta. 23 Agustus 2007.

Pantun Buat Majikannya Mba Atun..!

Banyak jalan menuju Roma.. Irama..
Banyak jalan menunjukkan rasa cinta..

Yoi.. doi.. toi.. Emang bener tuh. Emang banyak banget cara menunjukkan perasaan kita kepada orang yang kita sayang. Bisa lewat apa aja. Surat, Email, Lagu, Puisi, Lukisan, Santet, Pelet dan berbagai macam cara lainnya. Atau nggak, mau coba juga yang sering gue lakuin. Ngasih pantun. Isinya mungkin terkesan gombal dan nggak banget. But, get real aja. Bukannya semua pria memang dilahirkan dengan bakat seperti itu. Mungkin kadarnya aja yang berbeda-beda. Begitu juga wanita, terlahir untuk senang dipuji dan menerima cinta.. Dan tentunya mau aja kalo di gombalin sang pria. Hehehe..

Sorry. Sorry. I'm just killing.. Gue cuma membunuh. Cuma bercanda.

Gak semuanya begitu koq. Mungkin hanya sebagian kecil banget banget aja yang masih kaya gitu. Apalagi sekarang cewe jauh lebih pinter. Jadi sekarang, gak gampang buat kaum Adam ( gak pake Air_red ) mengelabuhi dan mempecundangi kaum Hawa. Bisa-bisa malah kaum pria yang harus rela dikerjain hatinya habis-habisan sama kaum wanita. Hati-hati.. Jaman udah berubah. Udah gak seperti dulu lagi. Wapadalah.. Waspadalah..!
Kembali ke Pantun.

Buat gue, pantun bisa jadi salah satu alat buat nyatain apa yang gue rasa. Norak mungkin. Tapi biar norak yang penting gaya. Karena menurut gue ketika lo berpantun dalam bercinta, lo udah punya gaya! Beneran! Kalo lo berani berpantun cinta di depan semua orang, pasti mereka akan langsung komentar, "Gaya lo, Tong.. Tong!".

Dengan pantun, masalah jadi bahagia. Sedih jadi sukacita. Dan Amarah hanya tinggal sejarah belaka.. Itu menurut gue. Yang memang mentoknya cuma di pantun. Abis gampang banget. Dan murah meriah. Gak perlu biaya mahal. Cuma mungkin masalahnya, gak semua wanita mau dikirimin pantun. Gak bernilai kali yah. Mungkin ada yang gak begitu bahagia dikirimin pantun. Pastinya gak sebahagia dikirimin karangan bunga, TV Flat 30 inch, atau uang 50 juta via rekening banknya. Tapi yah sudahlah. Tiap orang kan emang beda. Jangankan sifat, sidik jari aja gak ada yang sama.

Anyway, dengan sangat memaksa, gue pengen sedikit berbagi pantun-pantun yang pernah gue buat dan gue kirim ke orang yang gue sayang saat ini. Siapa tau berguna buat siapapun yang membacanya. Kalo emang kepepet, gue sama sekali gak keberatan kalo lo kutip pantun gue (Ge'eR banget gue yah! Hehehehe..). Tinggal rubah dikit akhir kalimatnya. Langsung send ke orang terspesial dalam hidup kamu. Gue jamin setelah pasangan lo menerima dan membaca pantun itu, dalam hitungan detik.. dia pasti bakal langsung muntah!!
Hihihihi..

Buat gue pribadi, ada rasa bangga ketika bisa menghasilkan pantun yang superdupernorax.. Makin norax, makin bangga gue.. gak peduli cewe gue bilang itu gombal atau nggak. Just let it be..

So..
Here we come..

Ladies and Gentleman..!
Please welcome..

"Pantun buat Majikannya mba Atun"
• Si Slamet jago taibo.. Met bobo
• Siang-siang ada tamu.. Aku sayang kamu
• Ke posyandu nyari palu.. Salam rindu untukmu selalu
• Ketemu Ali kepala ditoyor batu.. I'm totally yours too
• Ada tamu gak punya kuku.. Cuma kamu duniaku
• Dj. Mumu beli limau.. Cuma kamu yang aku mau
• Jual jamu beli paku.. Senyum kamu bahagiaku
• Santa Fe tempat jual sajadah.. Sumpah Fe! Kamu yang terindah
• Kopi Ayu masih anget.. I miss u banget
• Band Naff albumnya baru.. Mohon maaf kalo aku cemburu
• Ke pulau buru naik perahu.. Aku cemburu karena I love you
• Beli panci di buah batu.. Jangan benci aku karena itu
• Mau beli sepatu tapi gak ketemu.. Aku begitu karena aku gak mau kehilangan kamu
• Lari pagi nemu palu.. Kemana kau pergi, ingat aku selalu
• Lama gak ketemu jadi kaku.. Jaga hatimu untuk diriku
• Ke Kenya beli jamu.. Kangennya aku sama kamu
• Ke Cikupa beli layang-layang.. Jangan lupa maem yah, yank
• Aku terpaku menatapmu.. Cintaku hanya untukmu
• Cewenya kemayu cowonya kuli.. I miss u badly
• Ada lutung ketemu belatung.. Kamu beruntung, aku jauh lebih beruntung
• Si Atun naik helikopter.. Soal pantun, kamu makin pinter
• Naik helikopter isinya kayu.. Kamu emang pinter, that's why i love you
• Ke Jelambar nyari bangku.. Udah gak sabar untuk ketemu ayangku
• Jual jamu di atas batu.. Begitu ketemu SDWK wajiblah itu
• Sapu lidih taruh di kursi.. Pacarnya wendi emang seksi
• Makan serabi di pinggir kali.. Duhai si Febby cantik sekali
• Kursi listrik taruh di depan.. Kamu si nyentrik dan aku si tampan
• Beli nampan di toko si Wawan.. Aku memang tampan, tapi kamu jauh lebih menawan
• Cuplis lagi main kena liver.. please be mine forever
• Ke Cikup bareng ayah.. Jangan lupa maem yah
• Si Ipin makan kedondong.. Mimpiin aku dong
• Bunga Melati di kebun si Imu.. Sumpah mati aku kangen kamu
• Makan duku sampai jemu.. Di dadaku ada kamu
• Beli pepaya di Pasar Minggu.. Kuingin kau percaya jangan pernah ragu
• Di pasar Minngu jalannya berliku.. Jangan pernah ragu akan cintaku
• Jalan berliku bikin jemu..Karena cintaku hanya untukmu
• Bikin jemu kalo baca buku.. Hanya untukmu duhai kekasihku
• Baca buku sambil megang siku.. Duhai kekasihku, pujaan hatiku

Dahsyaaaat gak tuh?
Nggak yah? Berarti dugaan gue bener..
No Problemo..

Hehehe.. Yang gak bilang norak dan gak langsung muntah baca pantun gue, sebaiknya segera periksakan diri anda ke dokter termurah. Karena gue yakin peredaran darahnya udah gak bener. Jadi otaknya gak bisa mencerna dengan baik apa yang gue tulis.
Tapi gue berterimakasih banget buat siapapun yang udah mau ngebaca. Suka atau tidak suka itu hak anda semua. Kopi atau tidak kopi, tergantung anda pengen ngopi apa nggak. Siapa tau maunya teh gak pake susu.

Buat pacarku tersayang. Pantun itu semuanya original. Jadi kalo ada cowo lain yang ngirim pantun ke kamu dengan tingkat kemiripan lebih dari 8 bar. maka bisa dipastikan dia sudah menjiplak pantunku untuk dikirimkan kepadamu. Jangan mau. Kembaliin aja. terserah kamu mau lewat pos atau lewat gardu!

Sirup murni pesan di cikini.. Cukup di sini tulisan ini
Pohon lalap tidak berbatu.. Mohon maap kalo gak mutu

Ke Ancol langsung ke dufan.. abis itu naik jet coaster deh.. ajak temen-temen biar rame.. Makanan jangan sampe lupa.. Bair gak pada kelaperan.. Bawa duit juga jangan lupa biar bisa jajan.. Dan jangan lupa bawa baju ganti biar gak masuk angin.. Sun blocknya juga, buat yang takut kulitnya jadi item.. ( yang ini bukan pantun! Ini tips asal berlibur ke Dufan).

Bye.. Bye..
Gambathe..!!


East Jakarta. 09.04.07. 23:40 wlg.